sms-astra

Studi Tiru Program Sekolah Adiwiyata: Inspirasi Hijau untuk Sekolah-Sekolah ARF

Yayasan Abdul Rasyid Foundation (ARF) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan berwawasan lingkungan. Sebagai langkah nyata, seluruh kepala sekolah di bawah naungan ARF melakukan studi tiru ke sekolah Adiwiyata unggulan pada 25 Februari 2025. Kunjungan ke SMP Indah Makmur dan SDS Harapan Sejahtera PT. GSDI-GSYM ASTRA Agro Lestari ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam mengimplementasikan program Adiwiyata yang terintegrasi dengan pembelajaran dan mampu menumbuhkan karakter siswa.

Sekolah-sekolah ARF, termasuk SDS Mitra Mendawai Sejati dan SMPS Sumbermas Sarana Kenambui, sangat tertarik dengan konsep Adiwiyata, yang dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Para kepala sekolah sangat terkesan dengan beberapa aspek, antara lain: sistem pengelolaan sampah terstruktur, keberadaan hutan mini sebagai area edukasi dan penghijauan, serta integrasi Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit sebagai muatan lokal yang relevan dengan visi perusahaan. Penataan kantin yang bersih dan sehat juga menjadi poin penting yang ingin diadopsi.

“Program Adiwiyata ini sangat inspiratif. Kami ingin menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan melibatkan siswa secara aktif,” ujar Bahroni, Kepala Sekolah SDS Mitra Mendawai Sejati. Senada dengan itu, Junaidi, Kepala Sekolah SMPS Sumbermas Sarana Kenambui menambahkan, “Konsep hutan mini dan integrasi Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit sangat menarik dan sesuai dengan karakteristik daerah kita. Kami berharap dapat mengadaptasinya di sekolah kami.” Studi tiru ini tidak hanya sekedar kunjungan, tetapi juga menjadi forum diskusi yang produktif. Para kepala sekolah ARF bertukar pikiran dengan tim pengelola sekolah Adiwiyata mengenai tantangan dan strategi implementasi. Terdapat kesepakatan untuk mengembangkan target yang terstruktur sesuai dengan visi ARF, melibatkan orang tua dan siswa secara aktif, serta memanfaatkan teknologi sederhana untuk mendukung kegiatan ramah lingkungan. Diharapkan, sekolah-sekolah ARF dapat segera mengimplementasikan konsep Adiwiyata dan menjadi contoh sekolah berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.

sms-06

Tim Sepak Bola SMP Sumbermas Sawit Sarana Raih Juara Harapan dalam Perlombaan Sepak Sawut

Tim sepak bola SMP Sumbermas Sawit Sarana berhasil meraih juara harapan dalam perlombaan Sepak Sawut yang diadakan sebagai bagian dari rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024. Sepak Sawut, atau sepak bola api, merupakan salah satu tradisi masyarakat suku Dayak yang awalnya digunakan sebagai ritual untuk mengusir roh-roh jahat.

Perlombaan yang diadakan di Halaman Gor Indoor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya ini menarik banyak perhatian masyarakat dan wisatawan yang hadir. Tradisi Sepak Sawut menggunakan bola yang terbuat dari kelapa kering yang direndam minyak tanah sehingga menghasilkan api besar ketika dimainkan. Semakin tinggi api yang dihasilkan, semakin dipercaya dapat mengusir roh jahat.

Prestasi Membanggakan

Tim SMP Sumbermas Sawit Sarana menunjukkan kemampuan dan keberanian luar biasa dalam menguasai permainan yang penuh tantangan ini. Meskipun harus berhadapan dengan api, para pemain tetap semangat dan berhasil menampilkan permainan yang memukau penonton.

Pelatih tim, Bapak Andre Prasetyo dan Kepala sekolah Bapak Buditama mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih anak-anak didiknya. “Kami sangat bangga dengan pencapaian tim. Ini adalah bukti kerja keras dan keberanian mereka. Awalnya tim ini telah memenangkan juara 1 di tingkat kabupaten dengan kategori umum dan kemudian berhasil menjadi perwakilan kabupaten untuk berlaga di tingkat provinsi. Semoga prestasi ini dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan meraih prestasi lebih tinggi di masa depan,” ujarnya.

Mengenalkan Budaya Lokal

Selain sebagai ajang kompetisi, perlombaan Sepak Sawut ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda. Tradisi Sepak Sawut sendiri merupakan warisan budaya suku Dayak yang telah ada sejak lama. Dahulu, permainan ini digunakan dalam ritual kematian untuk menakut-nakuti roh jahat agar tidak mengganggu masyarakat yang ditinggalkan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari, menekankan pentingnya kegiatan seperti ini untuk memperkenalkan tradisi dan budaya lokal kepada generasi muda. “Dengan mengikuti perlombaan ini, para siswa tidak hanya berkompetisi tetapi juga belajar tentang kekayaan budaya yang dimiliki Kalteng. Ini adalah upaya kami untuk melestarikan dan mempertahankan budaya yang ada,” jelasnya.

Ajang Kebanggaan

Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024 yang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, pada 18 Mei 2024, merupakan ajang terbesar di Kalteng yang bertujuan untuk meningkatkan pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui festival ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai budaya serta potensi yang dimiliki oleh Kalimantan Tengah.

Partisipasi dan prestasi tim sepak bola SMP Sumbermas Sawit Sarana dalam perlombaan Sepak Sawut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah mereka tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kalteng. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan mencintai budaya lokal.

blog-cindy

Kisah Sukses Alumni SMP Sumbermas Sarana Kenambui: dr. Cindy Margaret Tarigan

Podcast terbaru dari SMP Sumbermas Sarana dengan host Anindya Ara Prasetyo dan Afika Angelina Salsa siswa Kelas 7 menghadirkan kisah inspiratif dari salah satu alumninya, dr. Cindy Margaret Tarigan. Dalam sesi wawancara yang berlangsung di kantor Borneo News, Cindy berbagi perjalanan hidupnya yang dimulai saat ayahnya, Dison Tarigan Silangit, bergabung dengan PT CBI sebagai Head of Traksi pada Oktober 2013. Keluarga Cindy tinggal di Suayap Estate, dan ia bersekolah di SMP Sumbermas Sarana Kenambui.

Perjalanan Pendidikan dan Karier

Cindy mengawali pendidikannya di SMP Sumbermas Sarana, di mana ia aktif sebagai Ketua OSIS. Pengalaman ini memberinya keterampilan kepemimpinan dan kepercayaan diri. Setelah lulus SMA, Cindy melanjutkan pendidikannya di Universitas Kristen Maranatha Bandung. Ia memulai kuliah pada 8 Agustus 2018, meraih gelar S.Ked pada 11 Februari 2022, dan diwisuda sebagai sarjana pada 4 Juni 2022. Setelah menyelesaikan masa koas pada 12 Juni 2024, Cindy resmi mengucapkan sumpah dokter pada 5 November 2024.

Motivasi dan Inspirasi

Cindy terinspirasi untuk menjadi dokter karena melihat pentingnya akses kesehatan di daerah perkebunan yang terpencil. Ia berharap dapat berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Dukungan Beasiswa dan Peran Orang Tua

Selama perjalanannya, Cindy juga mendapatkan beasiswa dari Pemkab Lamandau, yang membantunya mewujudkan impiannya. Ia mengakui peran besar orang tua dan guru-gurunya dalam mendukung setiap langkahnya. Ayahnya, yang kini menjabat sebagai Head Fleet Management CBI Group, selalu memberikan dorongan dan dukungan penuh.

Komentar dan Harapan

Muhammad Buditama, Kepala Sekolah SMP Sumbermas Sarana, menyatakan kebanggaannya atas prestasi Cindy. “Cindy adalah contoh nyata dari dedikasi dan kerja keras. Kami sangat bangga memiliki alumni seperti dia,” ujarnya.

Miran Suhardi, Head of CSR CBI Group, juga memberikan komentarnya. “Prestasi Cindy adalah sumber inspirasi bagi kita semua. Semoga kisahnya dapat memotivasi siswa lain untuk bermimpi besar dan bekerja keras mencapainya,” kata Miran.

Cindy berharap dapat membuka klinik yang memadai di daerah perkebunan, menyediakan peralatan yang lebih baik untuk penanganan kesehatan. Pesannya kepada para siswa adalah untuk tidak ragu bermimpi besar, karena dengan tekad dan usaha, semua bisa dicapai.

Kisah Cindy Margaret Tarigan adalah bukti bahwa dengan dukungan, tekad, dan kerja keras, impian dapat diwujudkan, bahkan dari tempat yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

blog-tari

SMP Sumbermas Sarana Regional 1 Raih Juara 2 Tari di Medical Festival SMKS Bakti Indonesia Medika

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi SMP Sumbermas Sarana Regional 1. Pada Medical Festival SMKS Bakti Indonesia Medika Pangkalan Bun, tanggal 24 Februari lalu, Tim Tari SMP Sumbermas Sarana Regional 1 berhasil meraih Juara 2 dengan penampilan tari Manetek Pantan yang memukau. Kompetisi yang diikuti berbagai sekolah ini menjadi ajang unjuk bakat yang seru dan kompetitif.

Berbulan-bulan lamanya, para siswa berlatih intensif, mengasah setiap gerakan dan ekspresi. Hasilnya? Sebuah penampilan tari yang dinamis, penuh makna, dan artistik. Kostum yang elegan serta harmonisasi gerakan yang sempurna berhasil memikat hati para juri dan penonton. Tari Manetek Pantan, dengan keindahan dan kekuatannya, benar-benar menjadi pusat perhatian.

Medical Festival SMKS Bakti Indonesia Medika Pangkalan Bun memang dikenal sebagai ajang bergengsi yang mendorong kreativitas dan bakat seni siswa. Persaingan tahun ini sangat ketat, namun Tim Tari SMP Sumbermas Sarana Regional 1  mampu bersaing dengan percaya diri dan menunjukkan kualitas terbaiknya. Keharmonisan gerakan, ekspresi yang mendalam, dan penghayatan yang luar biasa menjadi kunci keberhasilan mereka.

Junaidi, Kepala Sekolah SMP Sumbermas Sarana Regional 1, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang tinggi atas pencapaian ini. Beliau menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah seluruh tim, tak terkecuali peran penting guru pembimbing, Andre Prasetyo, dalam membina dan memotivasi siswa.

Pencapaian ini bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan potensi diri. SMP Sumbermas Sarana Regional 1 berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan bakat dan minat siswa di berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. Semoga prestasi ini menginspirasi siswa lain untuk berani mengeksplorasi potensi mereka dan meraih prestasi gemilang, baik di tingkat lokal maupun nasional.