Tim sepak bola SMP Sumbermas Sawit Sarana berhasil meraih juara harapan dalam perlombaan Sepak Sawut yang diadakan sebagai bagian dari rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024. Sepak Sawut, atau sepak bola api, merupakan salah satu tradisi masyarakat suku Dayak yang awalnya digunakan sebagai ritual untuk mengusir roh-roh jahat.
Perlombaan yang diadakan di Halaman Gor Indoor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya ini menarik banyak perhatian masyarakat dan wisatawan yang hadir. Tradisi Sepak Sawut menggunakan bola yang terbuat dari kelapa kering yang direndam minyak tanah sehingga menghasilkan api besar ketika dimainkan. Semakin tinggi api yang dihasilkan, semakin dipercaya dapat mengusir roh jahat.
Prestasi Membanggakan
Tim SMP Sumbermas Sawit Sarana menunjukkan kemampuan dan keberanian luar biasa dalam menguasai permainan yang penuh tantangan ini. Meskipun harus berhadapan dengan api, para pemain tetap semangat dan berhasil menampilkan permainan yang memukau penonton.
Pelatih tim, Bapak Andre Prasetyo dan Kepala sekolah Bapak Buditama mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih anak-anak didiknya. “Kami sangat bangga dengan pencapaian tim. Ini adalah bukti kerja keras dan keberanian mereka. Awalnya tim ini telah memenangkan juara 1 di tingkat kabupaten dengan kategori umum dan kemudian berhasil menjadi perwakilan kabupaten untuk berlaga di tingkat provinsi. Semoga prestasi ini dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan meraih prestasi lebih tinggi di masa depan,” ujarnya.
Mengenalkan Budaya Lokal
Selain sebagai ajang kompetisi, perlombaan Sepak Sawut ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda. Tradisi Sepak Sawut sendiri merupakan warisan budaya suku Dayak yang telah ada sejak lama. Dahulu, permainan ini digunakan dalam ritual kematian untuk menakut-nakuti roh jahat agar tidak mengganggu masyarakat yang ditinggalkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari, menekankan pentingnya kegiatan seperti ini untuk memperkenalkan tradisi dan budaya lokal kepada generasi muda. “Dengan mengikuti perlombaan ini, para siswa tidak hanya berkompetisi tetapi juga belajar tentang kekayaan budaya yang dimiliki Kalteng. Ini adalah upaya kami untuk melestarikan dan mempertahankan budaya yang ada,” jelasnya.
Ajang Kebanggaan
Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024 yang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, pada 18 Mei 2024, merupakan ajang terbesar di Kalteng yang bertujuan untuk meningkatkan pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui festival ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai budaya serta potensi yang dimiliki oleh Kalimantan Tengah.
Partisipasi dan prestasi tim sepak bola SMP Sumbermas Sawit Sarana dalam perlombaan Sepak Sawut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah mereka tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kalteng. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan mencintai budaya lokal.

Add a Comment